Sabtu, 11 Maret 2017

Mengapa Saya Berjilbab? Why I Wear Hijab?

Saya bukan orang yang baru saja menggunakan jilbab. Sejak SMA kelas 10, saya sudah menggunakan jilbab. Alhamdulillah, jilbab yang saya kenakan sudah rapi dan menutup dada. Maklum, teman-teman gaul saya anak rohis. Mentok-mentok teman gaul yang emang gaul yah anak2 klub bahasa inggris. Hehehe. Back to jilbab! Meskipun sudah menggunakan jilbab sejak lama, manfaat yang saya rasakan hingga saat ini masih sangat terasa. Pengalaman yang masih segar diingatan saya terjadi kemarin malam.


Jadi, ba’da magrib saya keluar dari kos. Saya punya penyakit maag dan saat ini rutin konsumsi madu pahit untuk mengurangi gejala maag. Kebetulan malam itu madu pahit habis. Terpaksalah saya mencari toko obat herbal untuk membeli madu pahit tersebut, sekalian membeli makan malam.
Pengalaman yang menarik adalah saat saya pulang dari toko obat herbal, ternyata bensin motor hampir habis. Mampirlah saya ke penjual bensin, eh, pertamax/pertalite eceran. Posisi warungnya memang dipinggir jalan. Penjual menyusun botol berisi cairan biru dengan rapi. Saya langsung memesan 1 botol pertalite. 

“Pak, beli 1 !” ucapku.
“ya,” dengan sigap beliau mengambil 1 botol pertalite dan menuangkannya ke dalam tangki motorku. Lalu beliau menutup tangki motor agar cairan tersebut tidak menguap.
“Berapa pak?” tanyaku.
“8500, mbak.”

Aku mengeluarkan uang sepuluhribuan. Bapak penjual langsung menerima uang tersebut, dan masuk kedalam warung untuk mengambil kembalian. Saya menunggu sebentar. Bapak itu kemudian mengulurkan tangannya untuk memberi kembalian. Nah, herannya, bapak ini sangat menjaga diri saat mengulurkan tangannya. Bapak ini berusaha tidak menyentuh saya saat memberikan kembalian, padahal semua uangnya receh yang kecil kecil.